Keamanan Komputer
A.
Latar
Belakang
Keamanan
dan kerahasiaan data pada jaringan komputer saat ini menjadi isu yang sangat
penting dan terus berkembang. Beberapa kasus menyangkut keamanan jaringan
komputer saat ini menjadi suatu pekerjaan yang membutuhkan biaya
penanganan dan pengamanan yang sedemikian besar. Sistem-sistem vital, seperti
sistem pertahanan, sistem perbankan, sistem bandara udara dan sistem-sistem
yang lain setingkat itu, membutuhkan tingkat keamanan yang sedemikian tinggi.
Hal ini lebih disebabkan karena kemajuan bidang jaringan komputer dengan konsep
opensystem-nya sehingga siapapun, di mananapun dan kapanpun, mempunyai
kesempatan untuk mengakses kawasan-kawasan vital tersebut. Untuk menjaga
keamanan dan kerahasiaan pesan, data, atau informasi dalam suatu jaringan
komputer maka diperlukan beberapa enkripsi guna membuat pesan, data, atau
informasi agar tidak dapat dibaca atau dimengerti oleh sembarang orang,
kecuali oleh penerima yang berhak. Pengamanan pesan, data, atau informasi tersebut
selain bertujuan untuk meningkatkan keamanan, juga berfungsi untuk:
1. Melindungi
pesan, data, atau informasi agar tidak dapat dibaca oleh orang-orangyang tidak
berhak.
2. Mencegah
agar orang-orang yang tidak berhak, menyisipkan atau menghapus pesan, data
dan atau informasi. Salah satu hal yang penting dalam komunikasimenggunakan
komputer dan dalam jaringan komputer untuk menjaminkerahasiaan pesan, data,
ataupun informasi adalah enkripsi
B.
Pengertian
Keamanan Komputer
Keamanan
computer adalah suatu cabang teknologi
yang dikenal dengan nama keamanan informasi
yang diterapkan pada komputer. Sasaran keamanan komputer antara lain adalah
sebagai perlindungan informasi terhadap pencurian atau korupsi, atau
pemeliharaan ketersediaan, seperti dijabarkan dalam kebijakan keamanan.

C.
Tujuan
Keamanan Komputer
Keamanan komputer memiliki 5 tujuan, yaitu:
1.
Availability
Menjamin
pengguna yang valid selalu bisa mengakses informasi dan sumberdaya miliknya
sendiri. Untuk memastikan bahwa orang-orang yang memang berhak tidak ditolak untuk
mengakses informasi yang memang menjadi haknya.
Contoh: - Akun
email yang menggunakan password.
-
Data yang diberi
password saat penyimpanan.
-
Computer yang diberi password agar tidak digunakan orang
lain.
-
Wifi yang digunakan yang sudah mendaftar dan diberi password
dsb
2.
Confidentiality
Menjamin
informasi yang dikirim tersebut tidak dapat dibuka dan tidak dapat diketahui
orang yang tidak berhak. Sehingga upaya orang-orang yang ingin mencuri
informasi tersebut akan sia-sia.
Contoh: Saat pengiriman data melewati internet, data
yang dikirim akan dirubah dahulu menjadi sandi-sandi yang haya dapat dirubah
saat data tersebut sampai pada orang yang dituju.
3.
Data Integrity
Menjamin
konsistensi dan menjamin data tersebut sesuai dengan aslinya. Sehingga upaya
orang-orang yang berusaha merubah data itu akan ketahuan dan percuma.
Contoh: Saat data dikirim juga dilakukan perlindungan
agar pada saat data dikirim tidak di rubah orang lain sehingga data yang
terkirim tadi isinya berubah dan informasi menjadi rusak, kebanyakan dengan
cara pengiriman virus.
D.
Aspek-Aspek
Keamanan Komputer
Ada
8 aspek-aspek keamanan computer yaitu:
1.
Authentication
Merupakan
suatu penerimaan informasi agar dapat memastikan keaslian pesan tersebut dating
dari orang yang dimintai informasi.
2.
Integrity
Merupakan
keaslian pesan yang dikirim melalui sebuah jaringan dan dapat di pastikan bahwa
informasi yang dikirim tidak di modifikasi oleh orang yang tidak berhak dalam
perjalanan informasi tersebut.
3.
Nonrepudiation
Merupakan
hal yang bersangkutan dengan si pengirim.
4.
Authority
Merupakan
informasi yang berada pada system jaringan tidak dapat dimodifikasi oleh pihak
yang tidak berhak atas akses tersebut.
5.
Confidentiality
Merupakan
usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses, biasanya
berhubungan dngan informasi yang diberikan kepada pihak lain.
6.
Privacy
Merupakan
lebih ke arah data-data yang sifatnya privat (pribadi).
7.
Availability
Merupakan
aspek availability atau ketersediaan informasi ketika I butuhkan.
8.
Access
Control
Merupakan
aspek yang berhubungan dengan cara peraturan akses kepada informasi.
E.
Aspek-Aspek
Ancaman Keamanan
1.
Interuption
Merupakan
suatu ancaman terhadap availability.
Informasi
dan data yang ada dalam system keamanan computer dirusak dan dihapus sehingga
jika d butuhkan, data atau informasi tersebut tidak ada lagi.
2.
Interception
Merupakan
ancaman terhadap kerahasiaan (secrecy).
Informasi
yang ada disadap atau orang yang tiddak berhak mendapatkan akses ke computer di
mana informasi tersebut disimpan.
3.
Modifikasi
Merupakan
ancaman integritas.
Orang
yang tidak berhak berhasil menyadap lalu lintas informasi yang sedang dikirim
dan diubah sesuai keinginan orang tersebut.
4.
Fabrication
Merupakan
ancaman terhadap integritas.
Orang
yang tidak berhak berhasil meniru(memalsukan) suatu informasi yang ada sehingga
orang yang menerima informasi tersebut menyangka informasi tersebut berasal
dari orang yang dikehendaki oleh si penerima informasi tersebut.

F.
Klasifikasi
berdasarkan elemen
1.
Network security :
Fokus kepada media pembawa informasi/data, seperti jaringan
computer.
2.
Computer security :
Fokus kepada computer (server, workstation, terminal), termasuk
didalamnya
masalah yang berhubungan dengan operating system.
3.
Application security: Fokus kepada program
aplikasi (software) dan database.
G. Prinsip-prinsip yang harus
diperhatikan didalam merancang sistem keamanan
Dimana semua komponen, baik program maupun user dari sistem, harus beroperasi dan ditempatkan pada level terendah yang mana diperlukan untuk menyelesaikan tugasnya (tidak ada hak yang istimewa).
2. Economy of mechanisms.
Dimana untuk mekanisme keamanannya harus terlihat sederhana dan juga termasuk bagian yang tidak terpisahkan dengan rancangan sistem yang dibuat secara keseluruhan.
3.Acceptability. Dimana sistem keamanan yang dibuat mudah dipergunakan oleh user.
4. Complete mediation.
Dimana setiap akses harus dicek ke dalam informasi kontrol akses meskipun pada saat kondisi tidak normal seperti pada saat recovery atau maintenance (pemeliharaan).
5. Open Design.
Dimana mekanisme keamanan dari sistem harus dapat disebarluaskan sehingga ada umpan balik yang dapat dimanfaatkan untuk perbaikan sistem keamanan kedepannya.



19:39
Unknown
Posted in: